Luciano Leandro Ingatkan Tantangan Timnas Indonesia Usai Juara
![]() |
| Foto: Dok. Istimewa |
Jakarta - Keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian penting bagi skuad Garuda. Namun, gelar tersebut bukan akhir perjalanan. Konsistensi saat menghadapi lawan-lawan dari level Asia dinilai menjadi tantangan berikutnya bagi tim asuhan John Herdman.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menilai Herdman mulai menunjukkan perubahan dalam permainan Timnas Indonesia. Perubahan itu terlihat dari organisasi permainan hingga mentalitas pemain ketika menjalankan strategi di lapangan.
"Saya melihat John Herdman membawa perubahan yang cukup jelas, terutama dari sisi organisasi permainan dan mentalitas tim," ujar Luciano, Rabu (7/10/2026).
Menurut Luciano, Herdman berupaya membangun sistem permainan yang tidak hanya bergantung pada kemampuan individu. Indonesia dinilai mulai memiliki struktur yang lebih terarah, baik ketika menguasai bola maupun saat harus bertahan.
"Taktiknya menunjukkan Herdman tidak hanya mengandalkan kualitas individu. Dia mencoba membuat Indonesia bermain lebih terstruktur, baik ketika membangun serangan maupun ketika kehilangan bola," ujarnya.
Perubahan tersebut menjadi modal bagi Timnas Indonesia untuk meningkatkan daya saing. Meski demikian, keberhasilan di tingkat Asia Tenggara tetap perlu diikuti perkembangan permainan agar tim mampu bersaing menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi.
Gelar Juara Menjadi Modal Menuju Piala Asia 2027
Timnas Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2. Kedua tim bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Gelar tersebut mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk meraih trofi di level senior. Keberhasilan ini juga menjadi dorongan bagi skuad Garuda untuk menghadapi agenda berikutnya, termasuk Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Luciano menilai salah satu aspek positif dari kepemimpinan Herdman adalah keberanian tim untuk menekan lawan tanpa mengabaikan keseimbangan pertahanan.
"Ada keberanian untuk menekan lawan, tetapi juga keseimbangan dalam menjaga pertahanan. Yang paling saya suka adalah Herdman mampu membuat para pemain percaya kepada sistem," ujar Luciano Leandro.
"Ketika sebuah tim percaya kepada pelatih dan memahami tugasnya, kualitas permainan akan berkembang," lanjutnya.
Kepercayaan terhadap sistem permainan tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya mampu tampil baik dalam satu turnamen, tetapi juga mempertahankan kualitas permainan ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Ekspektasi terhadap Timnas Indonesia Meningkat
Keberhasilan menjadi juara juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya harapan publik terhadap Timnas Indonesia. Luciano mengingatkan bahwa tantangan Herdman berikutnya adalah menjaga standar permainan dan membuktikan bahwa pencapaian di ASEAN Cup dapat menjadi awal perkembangan yang berkelanjutan.
"Namun, menurut saya pekerjaan Herdman belum selesai. Menjadi juara ASEAN adalah pencapaian besar, tetapi tantangan berikutnya adalah membuat Indonesia konsisten di level Asia. Setelah ini ekspektasi masyarakat pasti semakin tinggi," ucapnya.
Luciano juga menyoroti perubahan mentalitas skuad Garuda setelah berhasil melewati pertandingan final yang ketat melawan Thailand. Menurutnya, keberanian untuk bermain dengan keyakinan meraih gelar menjadi salah satu hal penting yang dapat dibawa ke kompetisi berikutnya.
"Bagi saya, inilah pesan terbesar dari pertandingan kemarin: Timnas Indonesia akhirnya tidak hanya datang ke final untuk bersaing, tetapi datang dengan mental menjadi juara," pungkas Luciano.
Kini, tantangan Timnas Indonesia bukan sekadar mempertahankan momentum kemenangan. Skuad Garuda perlu menjaga konsistensi, memperkuat organisasi permainan, dan meningkatkan kemampuan menghadapi lawan-lawan Asia agar gelar di tingkat regional menjadi pijakan menuju persaingan yang lebih tinggi.
