Rutin Naik Tangga Dikaitkan dengan Risiko Kematian Lebih Rendah

Ilustrasi: Naik Tangga. (Foto: Istimewa)
SuaraNusaa.com – Kebiasaan sederhana seperti memilih tangga daripada lift ternyata berkaitan dengan kesehatan jantung dan risiko kematian yang lebih rendah.
Temuan tersebut berasal dari sebuah tinjauan dan meta-analisis yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiovascular Drugs. Penelitian itu menganalisis data lebih dari 480.000 orang berusia 35 hingga 84 tahun dari sembilan penelitian.
Para peserta dipantau selama sekitar 14 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang rutin naik tangga memiliki risiko meninggal akibat penyakit kardiovaskular 39 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang lebih jarang menggunakan tangga.
Risiko kematian dari berbagai penyebab juga tercatat 24 persen lebih rendah pada kelompok yang rutin menaiki tangga.
Naik Tangga Membuat Jantung Bekerja Lebih Keras
Naik tangga bukan sekadar aktivitas untuk berpindah dari satu lantai ke lantai lainnya. Gerakan tersebut termasuk aktivitas fisik dengan intensitas relatif tinggi karena tubuh harus melawan gravitasi ketika bergerak ke atas.
Kondisi tersebut membuat denyut jantung meningkat dan melibatkan berbagai kelompok otot dalam tubuh.
Ahli jantung Shaline D. Rao dari NYU Langone Hospital, Long Island, mengatakan bahwa kebiasaan naik tangga dapat membantu memperkuat jantung dan paru-paru.
“Naik tangga merupakan kebiasaan sehari-hari yang memperkuat jantung dan paru-paru, meningkatkan tekanan darah, serta membantu mempertahankan berat badan yang sehat,” ujar Rao, dikutip dari Prevention, Selasa (1/9/2026).
Dengan demikian, aktivitas yang terlihat sederhana tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk menambah aktivitas fisik dalam rutinitas harian.
Bukan Hanya Kardio, Otot Ikut Bekerja
Berjalan dan menaiki tangga sama-sama membuat tubuh bergerak, tetapi keduanya memiliki tuntutan fisik yang berbeda.
Naik tangga memadukan aktivitas aerobik dan anaerobik. Tubuh membutuhkan energi lebih besar karena harus mengangkat berat badan melawan gravitasi pada setiap langkah.
Ahli gizi olahraga Albert Matheny menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat otot bekerja lebih keras.
Itulah sebabnya seseorang bisa lebih cepat terengah-engah ketika menaiki banyak anak tangga, terutama jika tubuh belum terbiasa dengan aktivitas tersebut.
Ahli jantung dari Rutgers Robert Wood Johnson Medical School, Ahmad Halawa, juga mengatakan bahwa naik tangga dapat menghasilkan perubahan denyut jantung dan tekanan darah yang lebih besar dibandingkan aktivitas dengan intensitas lebih rendah.
Naik Tangga Bisa Jadi Olahraga Singkat
Salah satu keunggulan naik tangga setiap hari adalah aktivitas tersebut tidak membutuhkan jadwal khusus seperti ketika seseorang berolahraga di pusat kebugaran.
Tangga dapat dimanfaatkan dalam berbagai situasi, baik ketika berada di kantor, pusat perbelanjaan, rumah, maupun tempat lain yang memiliki beberapa lantai.
Ahli jantung Paul Drury menyebut kesempatan kecil untuk bergerak sepanjang hari tetap dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan jantung.
“Bahkan kesempatan kecil untuk bergerak sepanjang hari dapat berkontribusi terhadap kesehatan jantung yang lebih baik,” tutur Drury.
Artinya, aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan dalam sesi olahraga yang panjang. Kebiasaan bergerak lebih banyak sepanjang hari juga dapat menjadi bagian dari pola hidup aktif.
Studi Sebelumnya Juga Menemukan Temuan Serupa
Temuan mengenai manfaat naik tangga bukanlah yang pertama. Penelitian sebelumnya pada 2021 yang melibatkan lebih dari 280.000 orang juga menemukan adanya hubungan antara kebiasaan menaiki tangga dan risiko kematian dini.
Dalam penelitian tersebut, orang yang menaiki lebih dari lima lantai tangga di rumah setiap hari memiliki risiko kematian dini lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menaiki tangga.
Meski demikian, hasil penelitian tersebut perlu dipahami secara hati-hati karena kebiasaan menggunakan tangga juga dapat menjadi salah satu indikator bahwa seseorang memang memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi.
Jangan Langsung Memaksakan Diri
Meski dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, naik tangga tidak dapat dianggap sebagai jaminan seseorang akan memiliki umur lebih panjang.
Penelitian terbaru juga belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Orang yang terbiasa menggunakan tangga mungkin memang sudah lebih aktif atau memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik sejak awal.
Karena itu, bagi orang yang ingin mulai membiasakan diri, aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan secara bertahap.
Ahmad Halawa menyarankan peningkatan jumlah langkah secara perlahan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Selain naik tangga, aktivitas sederhana lainnya juga dapat membantu meningkatkan gerak tubuh sehari-hari, seperti berjalan lebih jauh ketika berbelanja, mengambil jeda untuk bergerak saat bekerja, serta mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk.
Pada akhirnya, memilih tangga daripada lift dapat menjadi salah satu kebiasaan kecil untuk membuat tubuh lebih aktif. Namun, manfaat tersebut sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola hidup aktif secara keseluruhan, bukan sebagai satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan atau memperpanjang usia.