KAI Batalkan Perubahan Nama Kereta di Gapeka 2026 Usai Banjir Kritik

Kereta Api Indonesia (KAI). Foto: Istimewa
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membatalkan rencana perubahan nama sejumlah kereta api dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan menerima berbagai masukan, kritik, dan aspirasi dari masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan nama-nama kereta yang sebelumnya direncanakan untuk diubah atau disederhanakan kini telah dikembalikan seperti semula.
Menurut Anne, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk respons perusahaan terhadap aspirasi pelanggan. KAI ingin memastikan perubahan kebijakan tetap mempertimbangkan pengalaman dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan layanan kereta api.
"Tadi malam nama-nama tersebut sudah dikembalikan kepada nama yang semula agar perjalanan kita bisa lebih enjoy lagi bersama dengan pelanggan-pelanggan kita. Masukan, kritik, dan saran itu tetap menjadi hal yang utama buat KAI. Tidak ada niat untuk pengurangan layanan," kata Anne kepada awak media di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).
Alasan KAI Sempat Berencana Menyederhanakan Nama Kereta
Anne menjelaskan, rencana penyederhanaan nama kereta api sebelumnya berkaitan dengan kebutuhan operasional perusahaan. Seiring bertambahnya frekuensi perjalanan dan jumlah kereta, KAI menilai perlu ada penyesuaian agar informasi layanan lebih sederhana dan mudah dikenali.
Namun, perusahaan kemudian mempertimbangkan bahwa nama kereta api bukan sekadar identitas perjalanan. Sejumlah nama telah memiliki hubungan historis dan ikatan emosional dengan pelanggan.
Masukan yang diterima KAI menunjukkan bahwa penamaan kereta berkaitan erat dengan pengalaman masyarakat, layanan, operasional, hingga sejarah perkeretaapian Indonesia.
"Ternyata banyak sekali masukan yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan layanan, operasi, maupun sejarah perkeretaapian ini, sehingga kita memutuskan untuk dikembalikan," jelas Anne.
Ia menambahkan, pelanggan pada dasarnya perlu mengetahui relasi atau rute perjalanan kereta, kemudian mengenali jenis layanan melalui nama kereta tersebut.
Rencana Perubahan Nama Kereta Sempat Ramai di Media Sosial
Sebelum keputusan pembatalan diumumkan, rencana penyesuaian nama kereta api sempat menjadi perbincangan di media sosial.
Melalui akun Instagram resmi @kai121_, KAI sebelumnya menjelaskan bahwa penyederhanaan nama merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membuat informasi perjalanan lebih mudah dipahami pelanggan.
Dalam unggahan pada Minggu (1/11/2026), KAI menyebut penyesuaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan perubahan penamaan, tetapi juga bertujuan menyederhanakan informasi perjalanan agar lebih mudah dikenali.
Perusahaan juga menyatakan bahwa kebijakan itu dimaksudkan untuk membantu pelanggan mengingat rute perjalanan sekaligus mempertahankan komitmen terhadap nilai historis layanan kereta api.
Meski demikian, berbagai tanggapan masyarakat kemudian menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk mengembalikan nama-nama kereta seperti sebelumnya.
Sejumlah Nama Kereta yang Tetap Dipertahankan
Dalam penjelasan sebelumnya, KAI juga menyebut beberapa kereta api yang penamaannya tetap dipertahankan meskipun terdapat rencana penyederhanaan.
Nama-nama tersebut antara lain:
Argo Dwipangga
Argo Lawu
Senja Utama Solo
Fajar Utama Solo
Senja Utama YK
Fajar Utama YK
Mutiara Selatan
Manahan
Dengan pembatalan rencana perubahan nama ini, KAI menegaskan bahwa masukan pelanggan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penyesuaian layanan.
Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan operasional perusahaan perlu memperhatikan kemudahan informasi perjalanan tanpa mengabaikan sejarah dan identitas kereta api yang telah dikenal masyarakat.