Wisatawan Sumenep Tembus 1,5 Juta hingga Oktober 2026

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi Wongsojudo saat berfoto bersama wisatawan Asing di parade Tong tong 2024. Foto/ Istimewa

SuaraNusa.com, Sumenep
 – Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mencapai 1,5 juta orang selama Januari hingga Oktober 2026. Peningkatan ini didukung penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya yang dipadukan dengan potensi destinasi wisata daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan agenda budaya menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menarik lebih banyak wisatawan.

Menurut Faruk, pendekatan tersebut menggabungkan keberagaman objek wisata di Sumenep dengan kegiatan yang berlangsung sepanjang tahun.

“Sebab, konsep yang kami terapkan adalah memadukan keberagaman destinasi wisata yang ada di Sumenep ini dengan agenda budaya,” kata Faruk di Sumenep.

Data Disbudporapar menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumenep pada Januari hingga Oktober 2026 mencapai 1,5 juta orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika jumlah kunjungan tercatat sekitar 1,2 juta orang.

Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar 300.000 kunjungan atau 25 persen dibandingkan periode Januari–Oktober tahun sebelumnya.

Faruk menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar 110 kegiatan sepanjang 2026. Sebanyak 54 kegiatan berlangsung di tingkat kecamatan, sedangkan 56 kegiatan lainnya diselenggarakan di tingkat kabupaten.

Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan kalender kegiatan pada 2025 yang mencatat 104 agenda.

Faruk menilai peningkatan jumlah kegiatan seni dan budaya turut mendorong minat masyarakat untuk berkunjung ke Sumenep.

“Penambahan volume kegiatan seni dan budaya ini yang menurut hemat kami menjadi pemicu tingginya kunjungan ke Sumenep,” ujarnya.

Salah satu agenda yang diharapkan menarik kunjungan dalam jumlah besar adalah Madura Culture Festival (MCF) 2026. Pemerintah daerah memperkirakan kegiatan tersebut mampu mendatangkan sekitar 150.000 pengunjung.

Pengunjung yang ditargetkan tidak hanya berasal dari Kabupaten Sumenep, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kabupaten.

Besarnya target tersebut diharapkan memperkuat daya tarik Sumenep sebagai tujuan wisata berbasis budaya. Selain menyaksikan pertunjukan, wisatawan juga berpotensi mengunjungi berbagai destinasi yang tersedia di daerah tersebut.

Namun, dampak kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah orang yang hadir. Pergerakan wisatawan juga diharapkan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi memberikan manfaat bagi berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, penjualan oleh-oleh, transportasi, penginapan hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karena itu, penyelenggaraan agenda budaya di Sumenep diharapkan mampu menciptakan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Faruk menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak semata-mata dilihat dari banyaknya pengunjung, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.

“Harapan kami, setiap event yang kita gelar tidak berhenti pada jumlah pengunjung. Akan tetapi juga bagaimana kunjungan tersebut memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di kabupaten ini,” ungkapnya.

Dengan jumlah kunjungan yang mencapai 1,5 juta orang hingga Oktober 2026, Sumenep memiliki peluang untuk terus mengembangkan sektor pariwisata melalui kolaborasi destinasi wisata dan kegiatan budaya. Madura Culture Festival 2026 menjadi salah satu agenda yang diharapkan memperkuat daya tarik tersebut sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Wisatawan Sumenep Tembus 1,5 Juta hingga Oktober 2026
  • Wisatawan Sumenep Tembus 1,5 Juta hingga Oktober 2026
  • Wisatawan Sumenep Tembus 1,5 Juta hingga Oktober 2026
  • Wisatawan Sumenep Tembus 1,5 Juta hingga Oktober 2026
  • Wisatawan Sumenep Tembus 1,5 Juta hingga Oktober 2026
  • Wisatawan Sumenep Tembus 1,5 Juta hingga Oktober 2026