QRIS Sudah Terhubung 6 Negara, Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun

Ilustrasi QRIS. (Foto: Dok. Istimewa)

Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan transaksi pembayaran lintas negara menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga Juli 2026.

Nilai transaksi QRIS lintas negara tercatat mencapai sekitar Rp7,6 triliun jika transaksi inbound dan outbound digabungkan.

Transaksi inbound atau pembayaran yang dilakukan pengguna dari luar negeri melalui QRIS di Indonesia mencapai Rp5,9 triliun, setara dengan 326,3 juta dollar AS.

Sementara volumenya mencapai 19,76 juta transaksi.

Di sisi lain, transaksi outbound atau pembayaran masyarakat Indonesia menggunakan QRIS ketika berada di luar negeri tercatat sebesar Rp1,73 triliun, setara dengan 95,6 juta dollar AS.

Volume transaksi outbound mencapai 4,32 juta transaksi.

QRIS Sudah Terhubung dengan 6 Negara

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan konektivitas QRIS lintas negara saat ini telah mencakup enam negara.

Keenam negara tersebut adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.

"Jadi sudah lintas negara. Kita sudah memiliki koneksi dengan enam negara yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan Cina ya," kata Fili dalam Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Fili, konektivitas tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang telah terhubung dengan sistem QRIS.

Masyarakat tidak perlu lagi selalu melakukan penukaran uang secara langsung ketika ingin melakukan pembayaran selama berada di negara yang mendukung konektivitas QRIS.

"Tidak perlu tukar uang di sana, cukup pakai ponsel-nya asal ada saldonya ya jangan sampai nggak ada saldonya ya," ujarnya.

Kemudahan tersebut membuat masyarakat cukup menggunakan ponsel untuk melakukan transaksi selama saldo pada sumber pembayaran yang digunakan tersedia.

BI Siapkan Konektivitas QRIS dengan Negara Lain

Bank Indonesia tidak berhenti pada enam negara yang saat ini telah terhubung.

BI juga tengah menyiapkan perluasan konektivitas QRIS dengan sejumlah negara lain.

Fili mengatakan pembahasan dengan beberapa negara saat ini terus dilakukan, termasuk Hong Kong, Timor Leste, dan India.

"Nah, kita lihat bahwa ke depan kita sedang melakukan persiapan ada diskusi yang intens dengan Hong Kong, dengan Timor Leste, juga dengan India," kata Fili.

Selain ketiga negara tersebut, BI juga berharap konektivitas pembayaran menggunakan QRIS dapat segera diperluas ke Arab Saudi.

"Dan sebentar lagi mudah-mudahan dengan Arab Saudi," ujarnya.

QRIS Diharapkan Mudahkan Jemaah Haji dan Umrah

Rencana konektivitas QRIS dengan Arab Saudi dinilai akan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan untuk keperluan ibadah haji dan umrah.

Fili mengatakan masyarakat nantinya diharapkan dapat melakukan pembayaran dengan lebih praktis tanpa harus berulang kali menukarkan uang selama berada di Arab Saudi.

"Jadi nanti kalau pergi umrah pergi haji enggak perlu tukar-tukar duit ya cukup bawa ponsel-nya dan diisi saldonya," pungkasnya.

Perluasan konektivitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan pembayaran lintas negara berbasis QRIS.

Dengan semakin banyak negara yang terhubung, masyarakat Indonesia berpotensi memperoleh pilihan pembayaran yang lebih praktis ketika bepergian ke luar negeri.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • QRIS Sudah Terhubung 6 Negara, Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun
  • QRIS Sudah Terhubung 6 Negara, Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun
  • QRIS Sudah Terhubung 6 Negara, Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun
  • QRIS Sudah Terhubung 6 Negara, Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun
  • QRIS Sudah Terhubung 6 Negara, Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun
  • QRIS Sudah Terhubung 6 Negara, Transaksi Tembus Rp7,6 Triliun