fbpx

Facebook Tidak Berencana Membuka Blokir Akun Trump

Sheryl Sandberg, kepala operasi Facebook, mengatakan jejaring sosial tersebut tidak memiliki rencana untuk membuka blokir akun Presiden AS Donald Trump.
Ini dimaksudkan untuk menekan provokasi Trump kepada para pendukungnya.

“Larangan kami (di akun Trump) tidak terbatas. Kami tidak berencana mencabutnya,” kata Sheryl kepada Reuters, Senin (1/11).

Facebook pekan lalu menangguhkan akun Facebook dan Instagram Trump setelah pendukungnya melancarkan invasi ke Capitol AS, mengganggu pertemuan kongres saat Presiden terpilih Joe Biden memenangkan pemilihan.
Sheryl menambahkan, kebijakan partainya adalah perlakuan yang berlaku untuk semua pengguna. Dia juga mengatakan partainya juga telah menghapus pos dari para pemimpin dunia lainnya

“Kebijakan kami berlaku untuk semua orang,” kata Sandberg. “Ini menunjukkan bahwa bahkan presiden pun tidak berada di atas kebijakan yang kami miliki.”

Menurut Channel News Asia, retorika kekerasan telah meningkat di media sosial termasuk Facebook dalam beberapa pekan terakhir, yang menyebabkan protes yang berakhir dengan kekacauan.

Sandberg mengatakan partainya saat ini sedang memantau kemungkinan protes lain yang direncanakan di Washington, D.C. dan 50 ibu kota negara bagian, sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.
Dalam mengumumkan penangguhan akun Trump pada hari Kamis, Mark Zuckerberg mengatakan bahwa Trump menggunakan platform tersebut untuk menghasut kekerasan dan ketakutan dia akan terus melakukannya.

Zuckerberg memperingatkan pada akhir Oktober tentang potensi kerusuhan sosial setelah pemilihan.

Facebook mengatakan akan mengambil tindakan pencegahan ini hingga 20 Januari, hingga Biden dilantik, untuk memerangi disinformasi dan konten yang berpotensi kekerasan.

Konten yang mengandung frasa “Stop Theft” akan dihapus dari Facebook dan Instagram. Tidak hanya itu, grup yang menggunakan frase tersebut juga akan dihapus.
Sebelumnya, terjadi keresahan saat unjuk rasa pendukung Trump di Washington, DC di tengah rapat kongres dengan agenda memvalidasi hasil Pilpres 2020.

Kerusuhan ini disinyalir akibat provokasi Trump melalui akun media sosialnya. Pendukung Trump bentrok dengan polisi dan berhasil menyerbu Capitol Hill.

Sidang ditunda karena kecelakaan itu. Kerumunan pendukung Trump bahkan menjarah sejumlah ruang Kongres dan ruang sidang.

Tidak hanya Facebook dan Instagram memblokir akun Trump, tetapi juga menawarkan untuk berkomentar di akun media sosial lain seperti Snapchat, Twitter, dan Twitch.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *