Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten. (Foto: Dok. Istimewa)

SuaraNusa.com
– Nama Hamenang Wajar Ismoyo menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Belum genap dua tahun menjabat sebagai bupati, politikus PDI Perjuangan tersebut kini harus menjalani proses hukum.

Hamenang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Kamis, 15 Oktober 2026. Sehari setelahnya, KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka bersama Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah dan pihak swasta Muhammad Amin Wahyu Utomo dari PT Madani Winasis Creative.

Kasus yang diusut KPK mencakup lima klaster dugaan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Klaten Tahun Anggaran 2025–2026. Perkara tersebut meliputi pengadaan barang dan jasa, perizinan, upah pungut, setoran organisasi perangkat daerah (OPD), serta dugaan pemberian uang kepada pihak BPK untuk memengaruhi proses audit.

Dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK, Hamenang diduga menjadi penerima suap dalam empat klaster dan pemberi suap pada satu klaster lainnya.

Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,2 miliar. Salah satu temuan yang menjadi perhatian adalah uang Rp934 juta yang disimpan dalam sebuah tong biru di rumah adik kandung Hamenang, Hanaku Agni Sadewo.

Di tengah proses hukum tersebut, perjalanan hidup dan karier politik Hamenang turut menjadi sorotan. Sebelum menduduki kursi bupati, ia pernah bekerja sebagai reporter televisi, menjadi anggota DPRD, hingga menjabat Ketua DPRD Klaten.

Lantas, seperti apa profil dan perjalanan karier Hamenang Wajar Ismoyo?

Biodata Hamenang Wajar Ismoyo

Hamenang Wajar Ismoyo lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 26 November 1988. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 2 Klaten dan lulus pada 2006.

Setelah itu, Hamenang melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 2006–2011. Ia mengambil jurusan Ilmu Komunikasi dan memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).

Sebelum terjun ke dunia politik, Hamenang memiliki pengalaman bekerja sebagai reporter televisi nasional Trans7. Pengalaman jurnalistik tersebut menjadi bagian awal perjalanan profesionalnya sebelum aktif dalam kegiatan politik dan organisasi di Klaten.

Perjalanan Karier Politik Hamenang

Karier politik Hamenang dimulai melalui PDI Perjuangan. Pada Pemilu Legislatif 2014, ia berhasil memperoleh kursi sebagai anggota DPRD Kabupaten Klaten untuk periode 2014–2019. Saat pertama kali menjadi anggota dewan, usianya sekitar 25 tahun.

Kariernya di lembaga legislatif berlanjut pada periode berikutnya. Hamenang kemudian dipercaya menjadi Ketua DPRD Klaten untuk masa jabatan 2019–2024.

Selain aktif di parlemen dan partai politik, ia juga memiliki pengalaman dalam sejumlah organisasi. Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Sekretaris Koperasi Petani Tembakau Jawa Tengah periode 2009–2011, Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia Klaten periode 2010–2014, serta Sekretaris Ikatan Mas dan Mbak Jawa Tengah periode 2012–2014.

Hamenang juga pernah menjabat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Klaten periode 2020–2025 dan Dewan Pertimbangan Mas dan Mbak Jawa Tengah periode 2020–2023.

Pengalaman di dunia organisasi dan legislatif kemudian menjadi bagian dari perjalanan Hamenang menuju pemilihan kepala daerah.

Menang Pilkada 2024 dan Menjabat Bupati Klaten

Pada Pilkada 2024, Hamenang maju sebagai calon Bupati Klaten berpasangan dengan Benny Indra Ardhianto. Pasangan ini mendapat dukungan koalisi yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, PAN, PPP, NasDem, Perindo, dan Gelora.

Dalam pemilihan tersebut, pasangan Hamenang–Benny memperoleh 395.092 suara atau sekitar 52,63 persen dari total suara sah.

Mereka mengungguli pasangan Yoga Hardaya–Sova Marwati yang memperoleh 282.125 suara dan pasangan W. Herry Wibowo–Wahyu Adhi Dermawan dengan 73.520 suara.

Hasil tersebut mengantarkan Hamenang menjadi Bupati Klaten periode 2025–2030. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, menggantikan Sri Mulyani.

Namun, masa kepemimpinannya bersama Benny tidak berlangsung hingga satu tahun penuh. Benny meninggal dunia pada 7 Februari 2026 setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Beberapa bulan setelah peristiwa tersebut, Hamenang justru menghadapi persoalan hukum. Ia ditangkap dalam OTT KPK pada Oktober 2026 terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Klaten.

Harta Kekayaan Hamenang Wajar Ismoyo

Selain perjalanan kariernya, harta kekayaan Hamenang juga menjadi perhatian setelah penetapan status tersangka.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2025 yang disampaikan pada 26 Maret 2026, Hamenang melaporkan total kekayaan sebesar Rp5.983.361.557 atau sekitar Rp5,98 miliar.

Aset tanah dan bangunan menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp2,595 miliar. Dalam laporan tersebut, ia mencatat lima aset tanah dan bangunan yang berada di Kabupaten Klaten dan Kota Yogyakarta.

Aset tersebut antara lain tanah seluas 7.650 meter persegi di Klaten senilai Rp704 juta, tanah seluas 2.116 meter persegi senilai Rp480 juta, serta tanah seluas 2.090 meter persegi senilai Rp600 juta.

Ia juga melaporkan tanah dan bangunan di Klaten dengan luas masing-masing 84 meter persegi dan 75 meter persegi senilai Rp545 juta, serta tanah seluas 110 meter persegi di Yogyakarta senilai Rp266 juta.

Untuk kategori alat transportasi dan mesin, Hamenang melaporkan enam kendaraan dengan nilai keseluruhan Rp565 juta. Kendaraan tersebut terdiri atas Mazda RX-8 keluaran 2006, Honda Civic keluaran 2013, Toyota minibus keluaran 2013, Kawasaki Ninja KR150K keluaran 2011, Yamaha Fazio keluaran 2022, dan Yamaha 2DP Non ABS keluaran 2017.

Selain itu, laporan kekayaannya mencakup harta bergerak lainnya senilai Rp263,5 juta, kas dan setara kas Rp1.210.861.557, serta harta lainnya Rp1,349 miliar.

Dalam laporan LHKPN tersebut, Hamenang tidak mencatatkan kepemilikan surat berharga maupun utang.

Lima Klaster Dugaan Korupsi yang Menjerat Hamenang

Perkara yang menjerat Hamenang berkaitan dengan sejumlah dugaan penyimpangan dalam pemerintahan Kabupaten Klaten selama Tahun Anggaran 2025–2026.

KPK menduga Hamenang menerima imbalan dari penyedia barang dan jasa atau kontraktor dalam sejumlah proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Klaten dengan nilai lebih dari Rp2 miliar.

Penyidik juga menelusuri aliran uang Rp1,9 miliar dari pihak swasta melalui pejabat protokol di lingkungan pemerintah kabupaten. Sebagian uang tersebut diduga digunakan untuk membayar utang Pilkada 2024 dan memenuhi kebutuhan operasional.

Selain dugaan terkait pengadaan, penyidik mendalami persoalan perizinan, upah pungut, setoran dari OPD, serta dugaan pemberian uang kepada pihak BPK untuk memengaruhi hasil audit.

Hamenang bersama dua tersangka lainnya ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK untuk masa penahanan 20 hari pertama, terhitung sejak 16 Oktober hingga 4 November 2026.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada Hamenang tetap harus dibuktikan melalui proses hukum. Perkembangan perkara selanjutnya akan bergantung pada hasil penyidikan dan proses peradilan.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
  • Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
  • Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
  • Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
  • Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
  • Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi