fbpx

Gunung Merapi Memuntahkan 10 Lava Pijar yang Mengarah ke Kali Krasak

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebabkan 10 lava pijar ambruk dengan jarak longsor maksimal 800 meter pada Kamis (1/7) malam.
Hanik Hamida, Ketua BPPTKG, menjelaskan longsoran lahar pijar yang diamati selama periode pengamatan pukul 18.00-24.00 WIB meluncur menuju Kali Krasak.

Pada Jumat (8/1), surat kabar Antara mengutip Hanik yang mengatakan, “Teramati lava pijar turun sepuluh kali lipat dengan jarak kemiringan maksimum 800 meter ke Kali Krasak.”

BPPTKG juga mencatat 25 longsoran 3-67 mm selama 19,1-75,2 detik, dan gempa 4 2-5 mm selama 10-17 detik, 38 kali gempa hybrid / multi stage 3 -36 mm selama 5-14,6 detik.
Selain itu, gempa vulkanik dangkal 13 kali berkekuatan 35-75 mm selama 10,9-37,9 detik dan gempa tektonik jauh berkekuatan 67 mm selama 99,1 detik.

Berdasarkan hasil observasi visual, tidak terlihat adanya asap kawah yang muncul dari atas kawah.

Sedangkan cuaca di gunung itu cerah. Angin bertiup dengan kecepatan lemah hingga sedang ke arah timur, dimana suhu udara berkisar antara 14-21,7 ° C, kelembaban udara 73-90%, dan tekanan udara 625-685 mm Hg.

Sebelumnya, BPPTKG mencatat empat awan panas dari longsoran salju yang meninggalkan Gunung Merapi pada Kamis (1/7).

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi Level III atau Waspada. Potensi risiko akibat erupsi Merapi berada dalam radius maksimal lima kilometer dari puncak.
Direkomendasikan untuk menghentikan penambangan di sungai yang airnya mencapai Gunung Merapi dalam KRB III.

BPPTKG meminta destinasi wisata tidak melakukan aktivitas wisata pada KRB III, termasuk mendaki ke puncak Gunung Merapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *